Kamis, 22 September 2022

5 manfaat buah manggis

Ketahui 5 Manfaat Buah Manggis untuk Kesehatan

Buah manggis atau Garcinia mangostana merupakan buah yang banyak ditemukan di daerah tropis, termasuk Indonesia. Buah ini cukup diminati oleh banyak orang karena rasanya yang nikmat dan segar.

Tak hanya lezat dan menyegarkan, buah manggis juga kaya akan nutrisi, seperti vitamin B2, vitamin C, serat, folat, magnesium, kalsium, dan xanthones yang diduga berperan sebagai senyawa antioksidan serta antiradang.
Berikut ini adalah beberapa manfaat buah manggis 

bagi kesehatan yang bisa Anda peroleh:
1. Menurunkan berat badan
Manfaat buah manggis yang paling populer adalah menurunkan berat badan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi jus manggis 2 kali sehari cenderung memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih rendah.

Hal ini dipercaya karena manggis mengandung zat antiradang yang berpengaruh terhadap peningkatan metabolisme lemak, sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi berat badan berlebih.

Meski diklaim mampu menurunkan berat badan, jangan jadikan manggis sebagai satu-satunya makanan yang Anda konsumsi setiap hari, ya. Anda pun perlu menyertainya dengan konsumsi makanan sehat dan berigizi seimbang, serta rutin berolahraga.

2. Meningkatkan daya tahan tubuh
Kandungan vitamin C pada buah manggis diduga bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, antioksidan xanthones dalam buah manggis juga bersifat antikuman sehingga dapat menunjang daya tahan tubuh dalam melawan kuman penyebab penyakit.

3. Mengontrol kadar gula darah
Buah manggis juga diketahui dapat mengendalikan kadar gula darah. Hal ini karena manggis mengandung serat yang mampu menstabilkan kadar gula darah.

Selain kandungan serat dalam manggis, kandungan xanthones pada buah ini juga diklaim mampu menstabilkan kadar gula darah. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas manfaat ini.

4. Meredakan radang sendi
Kandungan xanthones dalam buah manggis yang juga berfungsi sebagai antiradang, turut mengurangi rasa sakit akibat peradangan dalam tubuh, misalnya nyeri akibat radang sendi. Selain itu, kandungan vitamin C pada buah manggis juga diyakini mendukung penyembuhan radang sendi.

5. Mencegah penyakit kanker
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi buah manggis mampu membantu menurunkan risiko penyakit kanker. Hal ini karena manggis mengandung zat xanthones yang bersifat antioksidan, sehingga mampu melawan perkembangan dan penyebaran sel kanker dalam tubuh.

Beragam manfaat buah manggis di atas bisa Anda dapatkan melalui konsumsi buahnya secara langsung, tentunya dengan mengupas kulit manggis terlebih dahulu atau menjadikannya sebagai jus buah yang segar dan nikmat.

Meski begitu, tidak dianjurkan mengonsumsi lebih dari 1 buah manggis selama lebih dari 12 minggu, karena berpotensi menyebabkan perut kembung, kram, mual, muntah, bahkan konstipasi.

Di samping manfaat buah manggis yang melimpah, penelitian lebih lanjut masih perlu dikembangkan terkait efektivitasnya untuk mencegah dan mengobati penyakit. Namun, tidak ada salahnya bila Anda ingin sesekali menambahkan buah manggis ke dalam menu makanan sehari-hari.

Selasa, 13 September 2022

6 Cara Memperbaiki Pola Tidur yang Berantakan Menjadi Lebih Baik

 6 cara merubah pola tidur tidak sehat

Selain rutin berolahraga, menjaga tidur Anda tetap dalam kualitas yang baik adalah cara untuk menjaga kesehatan tubuh tetap optimal. Sebaliknya jika pola tidur Anda berantakan, kesehatan tubuh juga akan menurun. Jika Anda termasuk orang yang punya pola tidur yang buruk, ikuti cara di bawah ini agar pola tidur Anda jadi lebih baik. Dengan begitu, Anda akan selalu bersemangat menghadapi hari dan terhindar dari berbagai risiko penyakit.

Cara memperbaiki pola tidur yang berantakan jadi lebih baik

Pola tidur atau kebiasaan dalam hal tidur, sangat memengaruhi jam biologis, yakni yang mengatur kita terjaga dan tidur selama 24 jam. Perubahan pada pola tidur ini biasanya terjadi karena Anda terjaga lebih lama di malam hari atau begadang.


Hal tersebut berdampak pada kebiasaan tidur dan pergeseran jam biologis, sehingga menyebabkan jam tidur berubah dan jadi berantakan. Dalam jangka pendek, efeknya memang berupa mengantuk dan sulit konsentrasi. Namun, dalam jangka panjang, Anda bisa menyebabkan kurang tidur dan tubuh tidak bekerja secara optimal.


Melansir situs National Health Service, efek negatif dari pola tidur yang buruk adalah bisa melemahkan sistem imun, menaikkan berat badan, menurunkan kesehatan fungsi seksual dan mental, serta menaikkan risiko penyakit kronis.


Coba Anda evaluasi kembali, apakah pola tidur Anda itu baik atau buruk? Jika tidak, ikuti beberapa tips berikut ini untuk memperbaikinya.


1. Buatlah rutinitas tidur 

Kebiasaan tidur yang normal adalah dapat tidur sekitar 7-8 jam di malam hari. Namun, pada beberapa orang, durasi tidur tersebut tidak terpenuhi dengan baik.



Jika Anda tidur kurang dari durasi tersebut, cobalah untuk membentuk rutinitas tidur yang baik agar pola tidur Anda juga jadi lebih baik. Kenali dan atasi faktor yang mengganggu Anda untuk mendapatkan istirahat yang cukup.


Atur jam tidur dan bangun Anda selalu sama setiap harinya, sekalipun itu di hari libur. Lakukanlah ini dengan bertahap, yakni dengan tidur lebih awal dan bangun pada pagi hari, 5 hingga 15 menit lebih awal, sampai Anda terbiasa dengan waktu untuk terbangun tersebut.


2. Konsisten dengan rutinitas tidur yang Anda buat

Konsistensi adalah kunci utama jika Anda ingin memperbaiki pola tidur yang buruk. Itu artinya, Anda harus membentuk kebiasaan durasi tertidur, serta waktu untuk mulai tidur dan terbangun pada jam yang sama.


Hal ini harus dilakukan selama satu minggu termasuk akhir pekan. Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk mengikuti rutinitas. Namun, Anda perlu memaksakan diri dengan rutinitas tersebut, agar tubuh Anda terbiasa.


3. Hindari memencet tombol snooze pada pagi hari

Untuk memperbaiki pola tidur yang buruk jadi lebih baik, hindari memencet tombol snooze alarm pada pagi hari. Pasalnya, memencet tombol snooze alarm Anda bisa menambah waktu tidur pada pagi hari. Akibatnya, rutinitas bangun tidur Anda akan mengalami perubahan kembali.


Dengan kata lain, siklus terjaga akan berubah dan seiring dengan berjalannya waktu dapat terjadi pergeseran waktu tidur. Jika Anda sedang mengusahakan perbaikan waktu tidur jadi lebih baik, bangunlah sesuai dengan rencana yang Anda buat.


4. Perhatikan makanan dan minuman sebelum

 tidur


Selain konsisten terhadap rutinitas, Anda yang ingin mengubah pola tidur jadi lebih baik, perlu memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelum tidur. Pasalnya, jenis makanan dan minuman tertentu bisa menghambat Anda tidur lebih awal atau mengganggu Anda tidur nyenyak.


Berikut ini deretan makanan dan minuman yang sebaiknya Anda hindari sebelum tidur.


Teh, kopi, minuman bersoda, atau minuman berenergi yang mengandung kafein dan membuat Anda terus buang air kecil.

Alkohol yang bisa menganggu proses tubuh untuk tidur lebih nyenyak.

Makanan asam dan pedas yang membuat Anda sakit perut.

Sebaiknya, pilih minum air putih di malam hari. Akan tetapi, jangan lakukan ini tepat sebelum Anda beranjak ke kasur. Anda juga bisa memilih buah, segelas susu hangat, atau yogurt.


5. Ciptakan lingkungan ruang tidur yang nyaman

Langkah selanjutnya untuk menerapkan pola tidur yang baik adalah menciptakan ruang tidur yang nyaman, caranya:


Kurangi atau hilangkan kebisingan baik dari dalam maupun luar lingkungan rumah. Hindari suara berulang seperti suara mesin dari kipas angin. Jika tidak dapat meminimalisir sumber kebisingan, gunakanlah alat bantu seperti earplug untuk tidur.

Atur suhu ruangan tetap sejuk, terlalu panas atau terlalu dingin akan mempengaruhi kualitas tidur anda, usahakan suhu ruangan tidur sekitar 18° Celcius.

Pastikan Anda tertidur dengan posisi yang nyaman dengan peralatan tidur yang mendukung, seperti bantal dan selimut yang bersih.

6. Atur pencahayaan kamar

Jam biologis tubuh mudah terpengaruh oleh stimulus cahaya. Jika Anda ingin memperbaiki pola tidur yang buruk jadi lebih baik, cobalah kurangi paparan cahaya pada malam hari yang berasal dari lampu maupun monitor komputer.


Pada pagi hari, buatlah kamar Anda terisi dengan cahaya baik cahaya matahari maupun cahaya lampu. Kamar yang terang akan memudahkan seseorang untuk terbangun.


Ini penyebab lampu indikator rem tangan yang terus menyala pada mobil

Lampu indikator pada sebuah kendaraan yang terus menyala pada mobil tidak bisa kita dianggap enteng, pasalnya menyalanya lampu indikator ini menandakan adanya sebuah masalah yang terjadi di kendaraan kita.   Dalam hal ini, kita akan membahas menyalanya lampu indikator yang terus menerus dengan sinyalnya pada bagian rem tangan yang tentunya akan menjadi masalah bila terus dibiarkan.   Dalam laman resminya, Auto 2000 pada Senin memberikan beberapa informasi mengenai penyebab dari lampu indikator rem tangan yang terus menyala. 
 1. Posisi rem tangan yang tidak benar Penyebab pertama dari lampu indikator rem tangan atau handbrake yang menyala terus bisa diakibatkan oleh posisi rem tangan yang tidak tepat. Mungkin saja Anda belum menurunkan rem tangan dengan sempurna sehingga lampu indikator memberikan peringatan. Untuk mengatasi masalah ini, Anda cukup memainkan tuas rem tangan dengan cara memakainya lalu menurunkannya kembali dengan benar. Apabila masalah ini terus dibiarkan, rem tangan mobil Anda akan mengalami penurunan brake shoe yang membuat rem tangan menjadi kendur.
 2. Minyak rem sudah kosong Anda tentu paham bahwa rem membutuhkan minyak/oli yang selalu diganti atau diisi secara berkala. Ketika lampu indikator rem tangan menyala, maka bisa jadi penyebabnya terletak pada tangki minyak rem yang kosong. Isilah tangki rem (tangki reservoir) dengan minyak rem hingga batas maksimum agar rem tangan mobil Anda dapat berfungsi dengan maksimal. Apabila minyak rem belum diganti dalam waktu yang lama, maka Anda harus menguras tangkinya terlebih dahulu sebelum melakukan pengisian minyak rem. Dalam menguras tangki minyak rem, Anda perlu mengosongkannya terlebih dahulu dengan membuang sisa minyak yang tersisa, kemudian dibersihkan dengan menggunakan tissue hingga benar-benar kering. Setelah itu, silahkan isi tangki minyak rem tersebut hingga batas maksimum.
 3. Adanya kerusakan pada switch rem Penyebab terakhir dari lampu indikator rem tangan yang terus menyala adalah timbulnya kerusakan pada bagian switch rem. Jika lampu indikator terus menyala meskipun Anda sudah melakukan cara pertama dan cara kedua, maka dapat dipastikan bahwa bagian switch rem mengalami kerusakan. Kerusakan pada switch rem ini hanya dapat diatasi dengan membawa mobil Anda ke bengkel Auto2000 terdekat. Proses perbaikan switch rem harus dilakukan oleh teknisi ahli untuk menghindari terjadinya kerusakan pada komponen mobil lainnya

Senin, 12 September 2022

cara mengatasi insomnia

Luangkan waktu anda selama 3-5 menit untuk membaca website ini agar Gangguan Sulit Tidur (Insomnia) dapat teratasi dengan solusi yang tepat
Insomnia (susah tidur) merupakan dimana kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan tidur. Gangguan tidur ini membuat dirinya tak memiliki waktu tidur yang dibutuhkan tubuh. Hal tersebut menyebabkan kondisi fisik pengidap insomnia (susah tidur) menjadi tidak cukup fit untuk melakukan aktivitas keesokan harinya.

Insomnia (sulit tidur) dapat terjadi dalam jangka pendek (akut) hingga jangka panjang (kronis). Selain itu, tidur merupakan keadaan tidak sadar yang terjadi secara alami untuk memungkinkan tubuh untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh akan melalui siklus yang bergantian antara tidur gerakan mata cepat dan tidur non-gerakan mata cepat.

Cara Mengatasi Insomnia
1. Mengatur Jadwal Tidur
Tubuh manusia butuh waktu istirahat yang rutin dan cukup. Nah, bila jadwal tidur kamu sering berubah-ubah, ritme sirkadian tubuh bisa kacau. Akibatnya, tidak hanya metabolisme terganggu, tetapi juga memengaruhi kualitas tidur. Kamu pun jadi tidak dapat tidur nyenyak, terkadang justru bangun terlalu cepat dan tidak bisa tidur lagi.

2. Hindari Kafein sebelum Tidur

Sulit Tidur di Malam Hari? Intip 9 Cara Mengatasi Insomnia


Apakah kamu secara kontinu mengalami sulit tidur yang diikuti rasa lelah, lemas, mengantuk, dan susah fokus seharian? Bila iya, bisa jadi kamu sedang merasakan gejala gangguan tidur yang biasa disebut insomnia. Penyebabnya beragam dan memiliki level akut yang berbeda-beda. Lantas, bagaimana cara mengatasi insomnia? Baca terus untuk tahu jawabannya.

Insomnia diklasifikasikan dalam beberapa jenis. Tiga di antaranya berdasarkan onset atau waktu mula gejala. Sementara itu, dua lainnya dikelompokkan berdasarkan penyebabnya. Nah, sebelum membahas cara mengatasi insomnia, yuk berkenalan dengan jenis-jenis insomnia di bawah ini!

Jenis-jenis Insomnia berdasarkan Onset

Berdasarkan onset atau waktu permulaan gejala, ada tiga jenis insomnia, yakni:

1. Transient insomnia (sementara)

Penderita transient insomnia sebenarnya tidur secara normal. Namun, mereka umumnya mengalami sulit tidur karena kondisi tertentu. Stres, misalnya. Kondisi ini akan berlangsung kurang dari waktu dua minggu dan bisa kembali normal dengan sendirinya.

2. Short term insomnia (jangka pendek)

Insomnia jangka pendek kerap berkaitan dengan kecemasan. Misalnya, saat akan menghadapi wawancara kerja atau menghadapi ujian. Dapat berlangsung dalam 2 hingga 4 minggu, short term insomnia juga sering berhubungan dengan stres situasional seperti berduka cita.

3. Long term insomnia (jangka panjang)

Insomnia jangka panjang adalah level kronis yang umumnya menyertai penyakit fisik atau psikiatri berat. Jangka waktu jenis insomnia ini adalah lebih dari 4 minggu.


Jenis Insomnia berdasarkan Faktor Penyebabnya

Ada dua jenis insomnia yang diklasifikasikan dari faktor-faktor penyebabnya, yaitu:

1. Insomnia Primer

Karena sering terbangun, kualitas tidur pasien insomnia primer jadi menurun. Jenis insomnia ini tidak berkaitan dengan masalah neurologi, kejiwaan, penggunaan obat tertentu, maupun masalah medis lain. Faktor lingkungan, pola tidur, dan kebiasaan sebelum tidur adalah penyebab sesungguhnya.

2. Insomnia Sekunder

Insomnia sekunder umum terjadi akibat terganggunya irama sirkadian tubuh, atau menyertai masalah medis seperti depresi, asma, radang sendi, kanker, refluks asam lambung (GERD), efek samping obat-obatan tertentu, dan konsumsi minuman beralkohol.

Cara Mengatasi Insomnia

Bila kamu sudah merasakan gejala awal insomnia, sebaiknya mulai mencari cara untuk mengatasinya. Dirangkum dari beberapa sumber kredibel, berikut adalah beberapa tips mengatasi insomnia yang bisa kamu coba:

1. Mengatur Jadwal Tidur

Tubuh manusia butuh waktu istirahat yang rutin dan cukup. Nah, bila jadwal tidur kamu sering berubah-ubah, ritme sirkadian tubuh bisa kacau. Akibatnya, tidak hanya metabolisme terganggu, tetapi juga memengaruhi kualitas tidur. Kamu pun jadi tidak dapat tidur nyenyak, terkadang justru bangun terlalu cepat dan tidak bisa tidur lagi.

2. Hindari Kafein sebelum Tidur

Kafein atau trimethylxanthine merupakan zat yang bisa menstimulasi dan meningkatkan kerja saraf pusat. Konsumsi kafein secara rutin dapat membuat seseorang sulit tidur di malam hari.

Beberapa orang sensitif terhadap efek samping kafein. Bila kamu termasuk di antaranya, hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein seperti kopi, cokelat, teh, dan cola, setidaknya 4 jam sebelum jam tidur.

3. Relaksasi

Tahukah kamu? Melakukan pilates atau yoga sebelum tidur ternyata punya efek positif pada kualitas tidur. Selain bisa mengurangi stres, yoga juga dapat meningkatkan fokus dan fungsi fisik.

Relaksasi lain yang bisa kamu lakukan adalah meditasi, mendengarkan musik lembut, memasang aromaterapi, membaca buku, melakukan latihan pernapasan, dan mandi air hangat sebelum tidur.

4. Olahraga

Sulit Tidur di Malam Hari? Intip 9 Cara Mengatasi Insomnia


Apakah kamu secara kontinu mengalami sulit tidur yang diikuti rasa lelah, lemas, mengantuk, dan susah fokus seharian? Bila iya, bisa jadi kamu sedang merasakan gejala gangguan tidur yang biasa disebut insomnia. Penyebabnya beragam dan memiliki level akut yang berbeda-beda. Lantas, bagaimana cara mengatasi insomnia? Baca terus untuk tahu jawabannya.

Insomnia diklasifikasikan dalam beberapa jenis. Tiga di antaranya berdasarkan onset atau waktu mula gejala. Sementara itu, dua lainnya dikelompokkan berdasarkan penyebabnya. Nah, sebelum membahas cara mengatasi insomnia, yuk berkenalan dengan jenis-jenis insomnia di bawah ini!

Jenis-jenis Insomnia berdasarkan Onset

Berdasarkan onset atau waktu permulaan gejala, ada tiga jenis insomnia, yakni:

1. Transient insomnia (sementara)

Penderita transient insomnia sebenarnya tidur secara normal. Namun, mereka umumnya mengalami sulit tidur karena kondisi tertentu. Stres, misalnya. Kondisi ini akan berlangsung kurang dari waktu dua minggu dan bisa kembali normal dengan sendirinya.

2. Short term insomnia (jangka pendek)

Insomnia jangka pendek kerap berkaitan dengan kecemasan. Misalnya, saat akan menghadapi wawancara kerja atau menghadapi ujian. Dapat berlangsung dalam 2 hingga 4 minggu, short term insomnia juga sering berhubungan dengan stres situasional seperti berduka cita.

3. Long term insomnia (jangka panjang)

Insomnia jangka panjang adalah level kronis yang umumnya menyertai penyakit fisik atau psikiatri berat. Jangka waktu jenis insomnia ini adalah lebih dari 4 minggu.

Jenis Insomnia berdasarkan Faktor Penyebabnya

Ada dua jenis insomnia yang diklasifikasikan dari faktor-faktor penyebabnya, yaitu:

1. Insomnia Primer

Karena sering terbangun, kualitas tidur pasien insomnia primer jadi menurun. Jenis insomnia ini tidak berkaitan dengan masalah neurologi, kejiwaan, penggunaan obat tertentu, maupun masalah medis lain. Faktor lingkungan, pola tidur, dan kebiasaan sebelum tidur adalah penyebab sesungguhnya.

2. Insomnia Sekunder

Insomnia sekunder umum terjadi akibat terganggunya irama sirkadian tubuh, atau menyertai masalah medis seperti depresi, asma, radang sendi, kanker, refluks asam lambung (GERD), efek samping obat-obatan tertentu, dan konsumsi minuman beralkohol.

Cara Mengatasi Insomnia

Bila kamu sudah merasakan gejala awal insomnia, sebaiknya mulai mencari cara untuk mengatasinya. Dirangkum dari beberapa sumber kredibel, berikut adalah beberapa tips mengatasi insomnia yang bisa kamu coba:

1. Mengatur Jadwal Tidur

Tubuh manusia butuh waktu istirahat yang rutin dan cukup. Nah, bila jadwal tidur kamu sering berubah-ubah, ritme sirkadian tubuh bisa kacau. Akibatnya, tidak hanya metabolisme terganggu, tetapi juga memengaruhi kualitas tidur. Kamu pun jadi tidak dapat tidur nyenyak, terkadang justru bangun terlalu cepat dan tidak bisa tidur lagi.

2. Hindari Kafein sebelum Tidur

Kafein atau trimethylxanthine merupakan zat yang bisa menstimulasi dan meningkatkan kerja saraf pusat. Konsumsi kafein secara rutin dapat membuat seseorang sulit tidur di malam hari.

Beberapa orang sensitif terhadap efek samping kafein. Bila kamu termasuk di antaranya, hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein seperti kopi, cokelat, teh, dan cola, setidaknya 4 jam sebelum jam tidur.

3. Relaksasi

Tahukah kamu? Melakukan pilates atau yoga sebelum tidur ternyata punya efek positif pada kualitas tidur. Selain bisa mengurangi stres, yoga juga dapat meningkatkan fokus dan fungsi fisik.

Relaksasi lain yang bisa kamu lakukan adalah meditasi, mendengarkan musik lembut, memasang aromaterapi, membaca buku, melakukan latihan pernapasan, dan mandi air hangat sebelum tidur.

4. Olahraga

Salah satu cara mengatasi insomnia yang ampuh adalah dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin. Sebuah studi dalam jurnal berjudul Randomized Controlled Trial (2015) mengungkapkan bahwa melakukan 150 menit olahraga setiap minggu selama minimal enam bulan bisa mengurangi kecemasan, depresi, dan gejala insomnia.

Perlu diingat, jangan melakukan olahraga sesaat sebelum waktu tidur tiba. Namun, pastikan kamu sudah selesai berolahraga setidaknya tiga jam sebelum tidur. Ini akan membantumu tidur lebih cepat dan lebih nyenyak.

5. Ciptakan Suasana Tidur yang Nyaman

Demi mendapat kualitas tidur lelap yang baik dan efektif, kamu bisa mengatur suasana kamar senyaman mungkin. Membersihkan kamar secara berkala, mengatur tata letak kamar, dan memasang lampu yang dilengkapi pengatur cahaya, bisa jadi cara jitu menciptakan tidur nyenyak yang super nyaman.

Selain itu, pastikan kamu menggunakan kasur yang empuk dan tidak mengakibatkan sakit punggung, serta sesuaikan suhu kamar sebaik mungkin.

6. Batasi Penggunaan Smartphone sebelum Tidur


Sulit Tidur di Malam Hari? Intip 9 Cara Mengatasi Insomnia


Apakah kamu secara kontinu mengalami sulit tidur yang diikuti rasa lelah, lemas, mengantuk, dan susah fokus seharian? Bila iya, bisa jadi kamu sedang merasakan gejala gangguan tidur yang biasa disebut insomnia. Penyebabnya beragam dan memiliki level akut yang berbeda-beda. Lantas, bagaimana cara mengatasi insomnia? Baca terus untuk tahu jawabannya.

Insomnia diklasifikasikan dalam beberapa jenis. Tiga di antaranya berdasarkan onset atau waktu mula gejala. Sementara itu, dua lainnya dikelompokkan berdasarkan penyebabnya. Nah, sebelum membahas cara mengatasi insomnia, yuk berkenalan dengan jenis-jenis insomnia di bawah ini!

Jenis-jenis Insomnia berdasarkan Onset

Berdasarkan onset atau waktu permulaan gejala, ada tiga jenis insomnia, yakni:

1. Transient insomnia (sementara)

Penderita transient insomnia sebenarnya tidur secara normal. Namun, mereka umumnya mengalami sulit tidur karena kondisi tertentu. Stres, misalnya. Kondisi ini akan berlangsung kurang dari waktu dua minggu dan bisa kembali normal dengan sendirinya.

2. Short term insomnia (jangka pendek)

Insomnia jangka pendek kerap berkaitan dengan kecemasan. Misalnya, saat akan menghadapi wawancara kerja atau menghadapi ujian. Dapat berlangsung dalam 2 hingga 4 minggu, short term insomnia juga sering berhubungan dengan stres situasional seperti berduka cita.

3. Long term insomnia (jangka panjang)

Insomnia jangka panjang adalah level kronis yang umumnya menyertai penyakit fisik atau psikiatri berat. Jangka waktu jenis insomnia ini adalah lebih dari 4 minggu.

Jenis Insomnia berdasarkan Faktor Penyebabnya

Ada dua jenis insomnia yang diklasifikasikan dari faktor-faktor penyebabnya, yaitu:

1. Insomnia Primer

Karena sering terbangun, kualitas tidur pasien insomnia primer jadi menurun. Jenis insomnia ini tidak berkaitan dengan masalah neurologi, kejiwaan, penggunaan obat tertentu, maupun masalah medis lain. Faktor lingkungan, pola tidur, dan kebiasaan sebelum tidur adalah penyebab sesungguhnya.

2. Insomnia Sekunder

Insomnia sekunder umum terjadi akibat terganggunya irama sirkadian tubuh, atau menyertai masalah medis seperti depresi, asma, radang sendi, kanker, refluks asam lambung (GERD), efek samping obat-obatan tertentu, dan konsumsi minuman beralkohol.

Cara Mengatasi Insomnia

Bila kamu sudah merasakan gejala awal insomnia, sebaiknya mulai mencari cara untuk mengatasinya. Dirangkum dari beberapa sumber kredibel, berikut adalah beberapa tips mengatasi insomnia yang bisa kamu coba:

1. Mengatur Jadwal Tidur

Tubuh manusia butuh waktu istirahat yang rutin dan cukup. Nah, bila jadwal tidur kamu sering berubah-ubah, ritme sirkadian tubuh bisa kacau. Akibatnya, tidak hanya metabolisme terganggu, tetapi juga memengaruhi kualitas tidur. Kamu pun jadi tidak dapat tidur nyenyak, terkadang justru bangun terlalu cepat dan tidak bisa tidur lagi.

2. Hindari Kafein sebelum Tidur

Kafein atau trimethylxanthine merupakan zat yang bisa menstimulasi dan meningkatkan kerja saraf pusat. Konsumsi kafein secara rutin dapat membuat seseorang sulit tidur di malam hari.

Beberapa orang sensitif terhadap efek samping kafein. Bila kamu termasuk di antaranya, hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein seperti kopi, cokelat, teh, dan cola, setidaknya 4 jam sebelum jam tidur.

3. Relaksasi

Tahukah kamu? Melakukan pilates atau yoga sebelum tidur ternyata punya efek positif pada kualitas tidur. Selain bisa mengurangi stres, yoga juga dapat meningkatkan fokus dan fungsi fisik.

Relaksasi lain yang bisa kamu lakukan adalah meditasi, mendengarkan musik lembut, memasang aromaterapi, membaca buku, melakukan latihan pernapasan, dan mandi air hangat sebelum tidur.

4. Olahraga

Salah satu cara mengatasi insomnia yang ampuh adalah dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin. Sebuah studi dalam jurnal berjudul Randomized Controlled Trial (2015) mengungkapkan bahwa melakukan 150 menit olahraga setiap minggu selama minimal enam bulan bisa mengurangi kecemasan, depresi, dan gejala insomnia.

Perlu diingat, jangan melakukan olahraga sesaat sebelum waktu tidur tiba. Namun, pastikan kamu sudah selesai berolahraga setidaknya tiga jam sebelum tidur. Ini akan membantumu tidur lebih cepat dan lebih nyenyak.

5. Ciptakan Suasana Tidur yang Nyaman

Demi mendapat kualitas tidur lelap yang baik dan efektif, kamu bisa mengatur suasana kamar senyaman mungkin. Membersihkan kamar secara berkala, mengatur tata letak kamar, dan memasang lampu yang dilengkapi pengatur cahaya, bisa jadi cara jitu menciptakan tidur nyenyak yang super nyaman.

Selain itu, pastikan kamu menggunakan kasur yang empuk dan tidak mengakibatkan sakit punggung, serta sesuaikan suhu kamar sebaik mungkin.

6. Batasi Penggunaan Smartphone sebelum Tidur

Cara mengatasi insomnia yang satu ini kerap dianggap hal sepele. Padahal, kebiasaan buruk ini bisa jadi biang kerok gejala awal insomnia yang kamu alami, loh. Segala fokus dan energi akan tercurahkan pada layar handphone, sedangkan tubuh sebenarnya lelah dan butuh istirahat segera. Oleh karenanya, yuk hentikan kebiasaan scrolling sosial media atau bermain game sebelum tidur!

7. Mengurangi Waktu Tidur Siang

Kebanyakan orang yang susah tidur di malam hari akan lebih mudah tertidur di siang hari. Penyebabnya tentu saja karena rasa lelah dan mengantuk yang sudah menumpuk. Tidur siang sebenarnya baik bagi kesehatan, tetapi bila durasinya terlalu lama bisa menyebabkan siklus gangguan tidur yang jelas-jelas tidak sehat.

8. Mengonsumsi Makanan dengan Kandungan Magnesium

Sebuah penelitian pada tahun 2012 yang dilakukan oleh para peneliti di Isfahan University of Medical Sciences menunjukkan fakta bahwa asupan rutin magnesium bisa jadi cara mengatasi insomnia yang efektif karena memperbaiki efisiensi tidur dan secara signifikan membantu mengatasi gangguan tidur.

Magnesium bekerja dengan cara mengaktifkan saraf yang bertanggung jawab membuat tubuh rileks dan tenang. Beberapa makanan yang mengandung magnesium adalah biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, daging, sereal, buah-buahan, dan sayuran berwarna hijau.

Cara Mengecilkan Perut Secara Alami dalam 1 Minggu

Cara mengecilkan perut dalam waktu seminggu

  sebenarnya bisa dilakukan jika kamu benar-benar fokus dan konsisten menjalani setiap tipsnya. Saat ini, sudah tersedia berbagai informasi di Internet mengenai cara mengurangi lemak di perut.
Memiliki perut yang besar terkadang bisa menjadi masalah. Misalnya, akan lebih kesulitan ketika memilih baju. Bagi beberapa orang, perut yang buncit juga bisa membuat tidak percaya diri dengan penampilan.


Untuk mengetahui cara mengecilkan perut dengan mengatasi lemak yang menumpuk, simak penjelasan berikut ini.

Cara Mengecilkan Perut Secara Alami dalam 1 Minggu
Berdasarkan Healthline, berikut tiga tips atau cara mengecilkan perut secara alami dalam 1 minggu.

1. Makan Banyak Serat Larut

Makanan serat larut akan menyerap air dan membentuk gel yang dapat membantu memperlambat makanan saat melewati sistem pencernaan.

Studi menunjukkan bahwa jenis serat ini dapat menurunkan berat badan dengan memberikan rasa kenyang yang lama, sehingga secara alami kamu akan makan lebih sedikit. Selain itu, mengonsumsi serat larut ini dapat mengurangi jumlah kalori yang diserap tubuh dari makanan.
Mengutip dari buku 252 Tips Seputar Kesehatan oleh Tim Redaksi Plus, makanan yang dinilai dapat membantu mengecilkan perut antara lain:

Minyak (minyak canola, minyak flaxseed, minyak zaitun, minyak wijen, minyak kedelai, minyak kacang tanah, minyak bunga matahari, dan minyak walnut)

Kacang dan biji-bijian (almon, kacang tanah, kacang mete, biji bunga matahari, dan hazelnut)

Alpukat

Cokelat
2. Kurangi Tingkat Stres

Ternyata stres bisa menyebabkan penumpukan lemak di perut. Berdasarkan buku yang disusun Tim Redaksi Plus, stres adalah salah satu penyebab utama terbentuknya penumpukan lemak di perut.

Cara untuk menurunkan tingkat stres bisa dengan melakukan beberapa kegiatan seperti yoga, latihan pernapasan dalam, dan berendam di air hangat.

3. Hindari Konsumsi Makanan yang Mengandung Banyak Gula
Studi observasional menunjukkan hubungan antara asupan gula yang tinggi dan peningkatan lemak perut. Penting untuk diketahui bahwa gula dapat menyebabkan penambahan lemak di perut.

Sebagai tambahan, berikut dua hal yang perlu diperhatikan ketika kamu ingin menurunkan berat badan

1. Minum air sebelum makan

Hal ini terbukti dapat mengurangi makanan yang masuk secara berlebihan. Selain itu, meminum air es tanpa gula dinilai dapat meningkatkan metabolisme dan membakar lemak.

2. Makan secara perlahan

Usahakan makan dengan perlahan karena dengan begitu akan ada jeda waktu antara rasa kenyang di perut dengan rasa kenyang di otak.

cara mengatasi bengkak karena centengan


Ini Cara Mengobati Cantengan yang Sudah Bengkak

1. Rendam Cantengan pada Air Hangat

Ketika kamu mengalami pembengkakan pada jari yang mengalami cantengan sebaiknya rendam jari yang mengalami cantengan ke dalam air hangat. Merendam cantengan bisa membantu mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan yang terjadi. 

  • Rendam jari yang mengalami cantengan sebanyak tiga kali selama 20 menit.
  • Kamu bisa menambahkan garam epsom ke dalam air rendaman untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik.
  • Selain garam epsom, kamu juga bisa mencampurkan air dengan cuka sari apel. Obat tradisional ini dipercaya memiliki kandungan antiseptik dan menurunkan rasa nyeri.
  • Cuci bersih dan keringkan bagian yang direndam setelah selesai.


2. Gunakan Antibiotik pada Bagian yang Mengalami Cantengan

Kamu bisa menggunakan antibiotik pada bagian yang mengalami cantengan. Antibiotik bisa digunakan untuk mengurangi risiko infeksi dan membantu pemulihan cantengan.

  • Cuci tangan sebelum menyentuh area cantengan.
  • Bersihkan bagian yang cantengan dengan menggunakan air bersih.
  • Keringkan dan oleskan antibiotik pada bagian cantengan.
  • Oleskan sebanyak tiga kali per hari.

3. Pengangkatan Kuku yang Mengalami Cantengan


Jika perawatan dan pengobatan di rumah tidak membuat cantengan pulih, maka sebaiknya kunjungi fasilitas kesehatan terdekat dan lakukan pengobatan secara medis. Tindakan bedah, seperti pengangkatan sebagian atau seluruh kuku yang mengalami cantengan menjadi pilihan untuk mengatasi cantengan. 


Android dan iOS Ketar-Ketir, Mau Disalip Pemain Baru

Android dan iOS Ketar-Ketir, Mau Disalip Pemain Baru Dalam dunia teknologi, persaingan antara platform Android dan iOS telah berlangsung sel...